Tuesday, December 26, 2006

Renungkanlah Wahai Saudaraku.......


Puisi dakwah

(Suatu inspirasi dari Arkanul Bai`ah)
Katakanlah, Inilah jalanku, aku mengajak kalian kepada Allah dengan bashiroh, aku dan pengikut-pengikutku, mahasuci Allah,
dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik”.

Ikhwah wal Akhawat, Para Da`i !!
Jalan dakwah panjang terbentang jauh ke depan
Duri dan batu terjal selalu mengganjal, lurah dan bukit menghadang
Ujungnya bukan di usia, bukan pula di dunia
Tetapi Cahaya Maha Cahaya, Syurga dan Ridha Allah
Cinta adalah sumbernya, hati dan jiwa adalah rumahnya
Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu
Nikmati perjalanannya, berdiskusilah dengan bahasa bijaksana
Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu
Itu lebih baik dari dunia dan segala isinya…

Ikhwah wal Akhawat, Para Junudud Dakwah !! Pergilah ke hati-hati manusia
Ajaklah ke jalan Rabbmu

Jika engkau cinta, maka dakwah adalah FAHAM
Mengerti tentang Islam, Risalah Anbiya dan warisan ulama
Hendaknya engkau fanatik dan bangga dengannya
Seperti Mughirah bin Syu’bah di hadapan Rustum Panglima Kisra

Jika engkau cinta, maka dakwah adalah IKHLAS
Menghiasi hati, memotivasi jiwa untuk berkarya
Seperti Kata Abul Anbiya, Sesungguhnya sholatku ibadahku, hidupku dan matiku semata bagi Rabb semesta”
Berikan hatimu untuk Dia, katakan “Allahu ghayatuna”

Jika engkau cinta, maka dakwah adalah AMAL
membangun kejayaan ummat bila dan di mana saja berada
yang bernilai adalah kerja bukan semata ilmu apalagi lamunan
Sasarannya adalah perbaikan dan perubahan, al ishlah wa taghyir
Dari diri pribadi, keluarga, masyarakat hingga negara
Tingkatkan kerja secara tertib untuk mencapai nusrah dari Allah.

Jika engkau cinta, maka dakwah adalah JIHAD
Sungguh-sungguh di medan perjuangan melawan kebatilan
Tinggikan kalimah Allah rendahkan kalimah syaitan durjana
Kerja keras tak kenal lelah adalah rumusnya,
Tinggalkan kemalasan, lamban, dan berpangkutangan


Jika engkau cinta, maka dakwah adalah TAAT
Kepada Allah dan Rasul, Alqur-an dan Sunnahnya
serta orang-orang bertaqwa yang tertata
Taat adalah wujud syukurmu kepada hidayah Allah
karenanya nikmat akan bertambah melimpah penuh berkah

Jika engkau cinta, maka dakwah adalah TADHHIYAH
Bukti kesetiaan dan kesiapan memberi, pantang meminta
Bersedialah banyak kehilangan dengan sedikit menerima
Karena yang disisi Allah lebih mulia, sedang di sisimu fana belaka
Sedangkan tiap titisan keringat berpahala lipat ganda

Jika engkau cinta, maka dakwah adalah THABAT
Hati dan jiwa yang tegar walau banyak rintangan
Buah dari sabar meniti jalan, teguh dalam barisan
Istiqomah dalam perjuangan dengan kaki tak tergoyahkan
Berjalan lempang jauh dari penyimpangan

Jika engkau cinta, maka dakwah adalah TAJARRUD
Ikhlas di setiap langkah menggapai satu tujuan
Padukan seluruh potensimu libatkan dalam jalan ini,
Engkau da’i sebelum apapun adanya engkau
Dakwah tugas utamamu sedang lainnya hanya sampingan

Jika engkau cinta, maka dakwah adalah TSIQOH
Kepercayaan yang dilandasi iman suci penuh keyakinan
Kepada Allah, Rasul, Islam, Qiyadah dan Junudnya
Hilangkan keraguan dan pastikan kejujurannya…
Karena inilah kafilah kebenaran yang penuh berkah

Jika engkau cinta, maka dakwah adalah UKHUWAH
Lekatnya ikatan hati berjalin dalam nilai-nilai persaudaraan
Bersaudaralah dengan muslimin sedunia, utamanya mukmin mujahidin
Salamatus Shodri merupakan syarat terendahnya, Itsar bentuk tertingginya

Dan Allah yang mengetahui menghimpun hati-hati para da’i dalam cinta-Nya
berjumpa karena taat kepada-Nya
Melebur satu dalam dakwah ke jalan Allah,
saling berjanji untuk menolong syariat-Nya

Moga Allah kelak mengumpulkan kita di Jannah Nya


Wrote By : Ka. Da'wah Kaderisasi FARIS 8

Saturday, December 23, 2006

Ujian Di Atas Sinaran Kebahagiaan (5)


Kamis, 23 Maret 2006

Alarm Hp ku berbunyi, jam menunjukan pukul 4.30 beberapa menit lagi waktu shubuh tiba. Aku bersiap - siap untuk shalat shubuh berjama'ah di musholla ini. Dalam shalat kali ini kembali terasa perasaan harap yang amat sangat kepada Rabb Yang Maha Kuasa. Kurasakan kedekatan dengannya. Dalam shalat ku mengadu tentang kegundahanku, harapanku, doaku, juga memohon yang terbaik bagi mad'u ku.

Setelah aku ke teras ruang ICU. Kubangunkan beberapa teman2 rohis.Sedangkan Bang ahmad & Bang Isma mencari sarapan pagi. Setelah itu kami pun sarapan pagi dengan susu dan sebuah roti. Karena hari ini aku masuk kerja. Aku dan arif langsung pamit setelah sarapan. Walau pun di luar masih hujan. Sampai rumah jam 6.45 lalu siap - siap untuk berangkat kerja.

Jam sudah menunjukkan pukul 16.00 sudah waktunya aku pulang. Aku berencana malam ini pun akan mabit di RS. Karena hari jum'at besok aku libur. Kembali kuajak arif, alhamdulillah dia bisa menemani ku lagi. Rencananya Rif'at juga akan mabit di RS malam ini. Alhamdulillah kalau RS ramai seperti semalam. Jadi bisa mengurangi rasa kesedihan kami dan keluarga Durra.

Jam 18.00 aku sampai dirumah. Setelah shalat magrib aku bersiap2 untuk berangkat ke RS. Sambil menunggu temanku arif. Sekitar jam 20 kami berangakat ke RS. Setibanya disana. Sudah ada Rif'at menunggu. Juga keluarga Durra. Teman2 rohis pun masih setia menunggu dan menjaga Durra. Saat ini kurasakan Ukhuwah yang indah. Benar saja apa yang Rasul Sabadakan : "Orang mu'min itu ibarat satu tubuh, bila ada salah satu bagian tubuh sakit, maka bagian tubuh yang lain pun akan merasakannya juga".

Kulihat Kondisi Durra masih belum menunjukan peningkatan. Walau pun begitu aku tetap optimis, karena aku tau Durra bukan tipe orang yang gampang menyerah, ia selalu bersemangat dan tidak mempunyai jiwa juang yang tinggi. Aku yakin ia akan berusaha untuk bangkit dari tidurnya................

Ujian Di Atas Sinaran Kebahagiaan (4)

Selasa, 21 Maret 2006

Kembali kubuka lembaran hari yang baru. Ternyata Allah masih memberikan kesempatanku untuk menghirup segarnya udara pagi. Aktivitas seperti biasa aku lakukan. Mulai dari kerja sampai pulang ke rumah. Sedangkan berita tentang musibah kecelakaan itu sudah tersebar keseluruh warga sekolah, rohis dan Forum Alumni Rohis. Dan sampai hari ini pun aku menyesal belum sempat menjaga mad'uku di RS Harapan Bunda. Karena tuntutan amanah kerja yang kuemban saat ini. Juga karena kondisi badan ku yang kurang sehat dan cepat lelah memaksaku untuk tidak bisa pergi ke RS. Dan hari ini pun berlalu...................

Rabu, 22 Maret 2006

Sudah 3 hari setelah kecelakaan itu, namun Durra belum juga sadar. Ia masih dirawat di RS. Harapan Bunda. Teman2 Rohis silih berganti menjaga Durra di RS. Begitu pun teman2 Forum Alumni Rohis. Ikhwan & akhwat pun terus memberikan semangat kepada Durra dan keluarganya agar Tabah dan sabar terhadap ujian ini.

Hari aku kerja masuk siang. Jadi aku pulang malam. Setelah bang Isma Sms, aku akan usahakan untuk menjaga Durra malam ini. Walaupun kondisi ku yang kurang sehat. Jam Menunjukan pukul 21.00. aku telp sahabat ku arif untuk menemaniku menjaga Durra malam ini di RS. Arif adalah teman seperjuanganku di Forum Alumni Rohis juga, walaupun kami dari Divisi yang berbeda. Dan kami sudah cukup lama bersahabat. Sampai kami mengetahui kelemahan dan kelebihan masing - masing. Dia juga salah satu sahabat yang paling ku percaya.

Karena aku baru keluar kantor jam 21.30. Kami janjian berkumpul di rumah ku pada jam 22.00. Lalu aku juga menghubungi Imam untuk ikut menjaga Durra di RS. Tepat pada jam 22.30 kami berkumpul di pasar minggu. Lalu kami pun menuju RS. Imam juga membawa teman Dpranya. Sekitar jam 23 kami tiba. Disana sudah berkumpul beberapa Alumni, Bang Ahmad, Isma. Juga beberapa teman Rohis, fery, bambang, supri dan lain2. Keluarganya Durra pun ada. Ibunya, kakaknya bang Dicky juga ayahnya. Tapi tak beberapa lama pun mereka pulang. Dan aku sempat melihat kondisi Durra melalui kaca jendela kamar ruang ICU. Disana kulihat tubuhnya lemah tak berdaya. Serta beberapa selang infus juga selang perafasan juga terpasang pada tubuhnya.

Malam pun semakin larut. Hujan juga turun membasahi. Manambah suasana untuk istirahat memejamkan mata. Teman2 Alumni dan Rohis pun sudah diserang kantuk yang sangat. Aku dan Arif istirahat di musholla Rs yang ukurannya lumayan besar dan nyaman. Jam menunjukan pukul 1.30. Sebelum tidur aku pun berdoa, berharap keesokan paginya Durra akan tersadar dari tidurnya............

Ujian Di Atas Sinaran Kebahagiaan (3)

Senin, 20 Maret 2006

Hari ini aku mendapat informasi dari Bang Isma, bahwa Durra di pindah kerumah sakit Harapan Bunda, pasar rebo. Itu dikarenakan ruang ICU di RSCM sudah penuh. Lalu dipindahkanlah Durra ke ruang ICU RS. Harapan Bunda. Sudah 2 hari setelah kecelakaan itu Durra tidak sadarkan diri. Hari -hari ku pun selalu terfikirkan olehnya. Disamping itu biaya rumah sakit yang terlalu besar. Membuat teman - teman Forum Alumni Rohis mencari dana untuk membantu keluarganya.
Rapat pun di gelar untuk koordinasi tetang musibah ini. Terpaksa acara UP GREADING Forum Alumni Rohis Kami tunda. Dan membahas tentang bagaimana cara untuk membantu keluarganya atas biaya rumah sakit yang sangat mahal. Juga teman2 rohis dan Forum Alumni Rohis membuat jadwal jaga di RS untuk setiap harinya. Untuk hari ini aku tidak sempat jaga di RS. Karena aku baru pulang kerja jam 22.00, kondisi fisik ku pun amat lelah. Sehingga memaksaku untuk istirahat dirumah.


Selasa, 21 Maret 2006

Kembali kubuka lembaran hari yang baru. Ternyata Allah masih memberikan kesempatanku untuk menghirup segarnya udara pagi. Aktivitas seperti biasa aku lakukan. Mulai dari kerja sampai pulang ke rumah. Sedangkan berita tentang musibah kecelakaan itu sudah tersebar keseluruh warga sekolah, rohis dan Forum Alumni Rohis. Dan sampai hari ini pun aku menyesal belum sempat menjaga mad'uku di RS Harapan Bunda. Karena tuntutan amanah kerja yang kuemban saat ini. Juga karena kondisi badan ku yang kurang sehat dan cepat lelah memaksaku untuk tidak bisa pergi ke RS. Dan hari ini pun berlalu...................

Ujian Di Atas Sinaran Kebahagiaan (2)

Ahad, 19 Maret 2006

Rutinitas kulakukan seperti biasa. Pagi bangun, shalat shubuh, sarapan dan berangkat kerja. Memang pada bulan ini aku kerja di hari Ahad. Karena aku ambil libur di hari jum'at. Tapi di bulan April nanti aku libur di hari ahad. Sampai kantor pukul 7.45. lalu kulakukan apa yang harus kulakukan.

Saat ini pukul 9, telepon kantor pun berbunyi. Ketika kuangkat, ternyata Bang Ahmad ketua Forum alumni rohis. Aku sangat kaget ketika medengar kabar yang ia sampaikan. Bahwa 2 orang mad'u ku Durra dan Farhat mengalami kecelakan motor ba'da shubuh. Dan saat ini ada Di RS. Cipto Mangunkusumo Cikini. Mendengar kabar itu aku terdiam, hatiku hancur bagaikan di sambar petir, kepanikan pun melanda. Lalu tak tertahan air mata pun mengucur deras. Saat itu juga aku izin pada atasan ku yang juga teman da'wahku di Forum Alumni Rohis, Atrif namanya. Aku langsung bersiap, kuambil kunci motor, jaket dan tas ku. Langsung ku jalan menuju RSCM, sebelumnya aku janjian bertemu bang ahmad dan Ummi Novi untuk bertemu di tetap segar pasar minggu. Diperjalanan aku terbayang oleh fikiran yang selalu membuatku sedih, perasaan bersalah dan segala macam dugaan selalui menghantui, sehingga basahlah pipi ini dengan air mata. Sambil membawa motor aku berusaha untuk menepis segala dugaan itu dan membuang rasa bersalahku. Tapi tetap saja air mata ini menganak sungai...............-_-:

Sampai di Tetep Segar aku bertemu dengan bang ahmad dan Ummi Novi. Kuhapus air mataku, kucoba menahan rasa sedih ini depan mereka, agar mereka tak mengetahuinya. Lalu kami pun menuju RSCM Cikini. Sampai disana aku disambut oleh mad'u ku yang lain, juga bang Isma terlihat di wajah mereka kesedihan yang sangat....... aku berusaha untuk tidak terbawa suasana. Di Salah satu ruangan kulihat Farhat ketua Da'wah kaderisasi Rohis sedang terbaring lemah sambil meneteskan air mata, tangan dan kaki kanannya patah. Juga luka kecil disekitar tubuhnnya. Melihat kondisinya aku sangat terenyuh. Sejenak ku berbicara dengannya tentang musibah ini. Kecelakaan ini terjadi di mampang saat mereka berdua ingin mengerjakan proposal SLDP dirumah Ali untuk suatu acara kegiatan. Kecelakaan ini terjadi karena motor dengan kecepatan tinggi menabrak trotoar di Mampang yang 1 jalur dibelah menjadi 2 jalur. Mereka berdua memakai motor bang Isma untuk pergi. farhat memboncengi durra. Lalu aku bertanya pada farhat, dimana durra? Dia bilang durra ada di ruang ICU. Tanpa berfikir panjang langsung aku mencari ruangan ICU tersebut. Kutemukan seseorang dengan tubuh yang lemah, tak berdaya, terpejam dan ada beberapa orang dokter yang sibuk memberikan pertolongan.

Ya ... Dialah Durra sang ketua Rohis yang saat ini terbaring lemah, yang kondisi fisiknya membuat orang yang melihatnya meneteskan air mata. Bagian bahunya patah. Kepala terkena benturan. Dan luka lecet di beberapa bagian tubuhnya. Nafasnya pun ter engah-engah, sehingga harus menggunakan bantuan selang oxigen. Disampingnya ada teman terbaiknya Farra yang sedang menemaninya. Dengan perlahan kudekati tubuh yang tak berdaya itu. Kuhanya terdiam tak berucap, tanpa kusadari air mata sudah menganak sungai. Sambil kugengam tangan mad'u terbaikku. Dan terus beristigfar pada yang Kuasa. Berharap semuanya ini hanya mimpi. Hati kecil ini seakan-akan tersayat merasakan pilu karena ini nyata kuhadapi............
Tak tahan melihat keadaannya aku pun keluar meninggalkan ruangan itu. Sambil meneteskan air mata dan kupandangi tubuh itu lewat jendela ruangan. Para keluarga mad'u ku pun sudah sampai di rumah sakit. Tak bisa kubayangakan apa yang terjadi bila mereka tau anak-anaknya dalam kondisi seperti itu. Dan aku pun bingung apa yang harus kulakukan nanti. Semoga orang tua mereka bisa tabah mengahadapi ujian ini.
Lalu aku pun pergi ke ruang tunggu Rumah sakit itu. Kudapati orang tua Durra dan Ummi novi sedang duduk, juga beberapa teman2 rohis yang lain. Ibunya pun bercerita banyak tentang anak kesayangannya Durra. Sambil meneteskan air mata ia pun bercerita kepada kami. Ummi Novi berusaha terus untuk menenangkan sang ibu. Aku pun sempat berbincang dengan ibu nya. Aku menceritakan bahwa durra adalah murid ku yang terbaik, ia sangat bersemangat, enerjik, sangat ingin tau tentang Islam, rasa setia kawan yang tinggi, sayang kepada keluarga dan mempunyai hati yang peka. Tak jarang suatu ketika kita Liqo ia sering meneteskan air mata mengenai materi yang aku sampaikan. Satu yang ku tau sangat menonjol darinya, ia mempunyai jiwa leadership yang sangat baik. Ibunya pun bercerita tentang kehidupannya dirumah. Bahwa ia anak yang berbakti, suka membantu orang tua dan suka menasihati keluarganya tentang Islam, terutama ibu dan kakak pertamanya bang Dicky. Aku pun terharu mendengarkan cerita langsung dari ibunya. Dalam hati aku bersyukur mempuyai mad'u yang berhasil membimbing diri dan keluarganya kepada Sinaran Islam yang sesungguhnya.

Tak terasa waktu sudah menujukan pukul 12.05, menadakan waktu dzuhur akan masuk beberapa menit lagi. Aku dan bang ahmad bersiap untuk shalat dzuhur di musholla RSCM yang ukurannya kira2 hanya 3x3 meter. Didalam shalatku, aku memohon kepada Allah agar menyelamatkan Durra dari kondisinya saat ini. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk menimpanya. Saat itulah aku merasa sangat dekat sekali dengan Rabbku. Aku sangat berharap Pada Nya, Menangis di hadapan Nya dan memohon kepada Nya. Dan berharap keajaiban akan terjadi..........................

Setelah shalat akupun kembali ke ruang tunggu. Di sana masih kujumpai beberapa teman2 rohis, ibu durra, saudaranya dan kakak perempuan farhat yang terus menagis di dekat ibu durra karena merasa bersalah yang amat sangat. Dan kulihat farhat bersiap di bawa pulang keluarganya untuk berobat ke H. Na'im pakar pengobatan tulang. Bang Isma pun menemani keluarganya berobat. Sedangkan ummi novi sedang mencari makanan untuk teman2 rohis.

Tak terasa waktu menjukan pukul 13.30. Sudah waktunya aku kembali ke kantor. Karena aku diizinkan keluar oleh bos ku hanya sampai jam 14.00. Aku dan bang Ahmad pun izin pamit lebih awal kepada teman2 rohis, keluarganya durra dan farhat. Dalam perjalannan pulang aku pun selalu terbayang2 dengan kondisi durra yang sekarang. Dan selalu berdoa agar Allah berkenan memberikan kesehatan dan kesembuhan padanya. Dan yang paling penting ia dapat sadar dari tidurnya. Kenangan bersamanya pun terbuka, dan kembali lagi air mata ini mengalir tak tertahan...........

Ujian Diatas Sinaran Kebahagiaan (1)

Sabtu, 18 Maret 2006

Hari ini adalah hari dimana aku banyak aktivitas. Pagi hari jam 4 aku bangun untuk persiapan shalat shubuh berjama'ah dimasjid. Lalu ku kepasar sekedar untuk membeli sarapan pagi (maklumlah .... aku masih sendiri... belum ada yang menyiapkan sarapan) :-) Jam dinding menunjukan pukul 7 tepat. Sebelumnya aku terfikirkan untuk merangkai agenda hari ini. Kerja 1/2 hari jam 13 pulang, lalu ke Sekolah untuk silaturahmi bersama teman2 alumni dan sorenya berkumpul bersama para mad'u ku untuk melaksanakan agenda rutin kita yaitu Halaqoh. Salah satu hal yang paling membahagiakan dalam hidupku adalah berkumpul bersama para mad'u ku. Disana aku bisa berbagi, bercerita, beramal, dan merasakan satu kesatuan ukhuwah yang kuat serta keimanan yang luar biasa. Dan aku sangat mencintai semua mad'u ku. Jumlah mad'u ku ada 8 orang. Mereka adalah orang- orang yang penting memegang kendali da'wah di Rohis sekolahku. Ada yang jadi ketua rohis: Muhammah Ad Durra, Ketua Musholla : Salman Al Farisi dan Ketua Da'wah kaderisasi : Muhammad Fathi Farhat, juga fauzan, Al latif, umar, ali dan usman. Boleh dibilang merekalah pioner da'wah Di Rohis Sekolahku. Dan aku selalu berusaha mengarahkan mereka agar menjadi manusia yang dicintai Allah dan Rasul Nya. Juga dicintai manusia pada umumnya. Agar mereka berlomba - lomba dalam kebaikan.

Jam 7 tepat aku berangkat ke kantor dengan sepeda motorku. Diperjalanan aku sangat menikmatinya, karena hari sabtu jalan raya nampak lebih lenggang. Apalagi lokasi tempat kerjaku yang berada di Depok membuat lebih lenggang karena melawan arus ke arah jakarta. Setiba dikantor aku lakukan apa yang harus kulakukan...................................^_^

Kini jam menunjukan pukul 12. Waktunya untuk shalat Dzuhur dan istirahat. Setelah itu aku pulang dan menuju ke sekolahku untuk silaturahim bersama teman-teman seperjuanganku di Forum Alumni Rohis. Kebetulah sekali hari ini ada syuro yang membahas Program Kerja UP GRADING. Syuro selesai jam 15.30. Lalu ba'da shalat ashar aku berkumpul dengan mad'u ku untuk halaqoh. Pada ini kali aku tidak memberikan materi, tapi hanya sekedar mutaba'ah, tanya kabar diri dan keluarga serta berbincang-bincang. Karena nanti malam aku akan mengajak mereka untuk MABIT. Yang sudah dijadwalkan dari 2 minggu sebelumnya.

Pada Mabit kali ini aku berencana untuk gabung bersama Dpra Jatipadang yang rutin mengadakan mabit tiap 1 bulan sekali. Tepatnya di musholla Mifrtahul Jannah. Kebetulan sekali sahabatku tinggal di dekat musholla tersebut. Imam namanya. Ia juga sebagai panitia acara Mabit tersebut. Acara dimulai pukul 21.00 dari pembukaan sampai kajian yang di isi oleh seorang Ustazd dari DPC. Aku bersama mad'u ku mengikuti acara demi acara. Lalu menjelang penutupan aku bermaksud untuk pulang karena besok aku masuk kerja. Aku sempat berpamitan dengan mereka. Dan Durra sang ketua Rohis berkata seolah memperingakanku "hati-hati bang dijalan, sepertinya abang ngantuk" ia tau kondisiku yang drops pada saat itu karena banyak beraktivitas, apalagi aku pulang dengan mengendarai motor, sambil senyum ku berkata padanya "Ya, Insya Allah...". Tepat jam 23.15 Aku pulang, Aku tidak khawatir terhadap mad'u ku yang kutinggal, karena mereka kutitipkan sama Bang Isma juga Imam, mereka berdua adalah teman seperjuanganku di Da'wah Kaderisasi Forum Alumni Rohis. Sampai rumah aku langsung tidur karena mata dan tubuh ini sudah tak mampu menahan rasa kantuk yang begitu berat...........

Doa Cari Jodoh

---Doa Cari Jodoh---

Ya Allah, kalau dia memang jodohku,
jodohkanlah...

Tapi kalau bukan jodohku,
Jodohkanlah juga...

Jika dia tidak berjodoh denganku,
maka jadikanlah kami jodoh...

Kalau dia bukan jodohku,
jangan sampai dia dapat jodoh yang lain,
selain aku...

Kalau dia tidak bisa di jodohkan
denganku,
jangan sampai dia dapat jodoh yang lain,
biarkan dia tidak berjodoh sama seperti
diriku...

Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh,
jodohkanlah kami kembali...

Kalau dia jodoh orang lain,
putuskanlah!
Jodohkanlah dengan ku....

Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain,
biar orang itu ketemu jodoh dengan yang lain dulu dan
kemudian jodohkan kembali dia dengan ku ...

(Jangan ditiru ya.... doa ini... Aneh tau..... ^_^ tapi kalo mau di coba, Yaa Silahkan....:P)

Tuesday, December 19, 2006

My Diary........^_^


My Diary

01 Syawal 1427 H / 24 Oktober 2006

Allahu akbar..Allahu akbar..Allahu akbar....
(Gema kumandang takbir selepas shubuh hari, gambarkan suasana suci hari yang fitri, riangkan hambanya yang sholeh wajahnya berseri, sejenak menyelami hati renungkan diri,
Setelah datang ujian tuk kenali kadar iman, terujinya kekuatan azzam dan kesungguhan, saling ikhlas memaafkan, tulus dalam mendoakan, kembali fitrah dihadapan Yaa...Allah.... ^_^)

Begitulah suasana hatiku pada saat masuk hari pertama syawal, seblum shubuh aku sudah bangun, siap2 tuk shalat 'Id. Ketika menghirup udara pagi rasanya diri ini seperti baru lagi.... Subahnallah...Walhamdulillah....syukur ku panjatkan padaMu Yaa.. Rabb......

Setelah shalat 'id. aku keliling rt tuk saling maaf memafakan dan silaturahmi. Sungguh saat itu suasana akrab terjalin diantara para tetangga. Setelah itu Ku ke depok tuk bersilaturahmi dengan saudaraku. Ketika sore hari aku pulang. Lelah diri ini, bercampur bahagia, dan tentang hati ini. Sungguh besar karunia yang Engkau berikan yaa Allah....


Kamis, 26 Oktober 2006

Hari ini aku berangkat ke lampung, bersama bapak aku berangkat menggunakan travel.
Sebenarnya tidak ada rencanaku tuk pergi ke sana. Tapi berhubung kantor masih libur, dan aku ambil cuti 3 hr. Jadi aku ingin menfaatkan masa liburan panjang ini dengan silaturahmi kepada saudara2 ku yang ada di Lampung.
Aku berangkat pkl. 9 pagi dengan naik travel. sekitar 3 jam perjalanan aku sudah sampai pelabuhan merak, waah....senangnya diriku.... dah lama sekali aku gak naik kapal laut. :-D Ketika naik kapal aku langsung ke bagian atas dek kapal. Subhanallah....pemandangannya begitu indah. Lautnya pun begitu biru..... diringi hembusan angin yang menerpa tubuhku. Saat ini adalah saat yang indah. aku sangat menikmatinya. di laut aku lihat sekelompok ikan terbang kecil yang berenang lalu melompat, begitu uniknya. Seumur-umur aku baru lihat secara langsung. ikan itu berenang mengiringi kapal yang ku naiki, sampai akhirnya dia jauh meninggalkan kami. perjalanan di laut sekitar 2 jam. Sampai di pelabuhan Bakauheni sekitar jam 14.00. Lalu perjalanan dilanjutkan ke daerah kalirejo. Lampung tengah. Sampai di dirumah mbah sekitar jam 17.00 Lalu aku langsung mandi, bersih2, istirahat dan siap2 untuk shalat magrib di masjid. Yaa... hari ini amat melelahkan... tapi nikmat.... aku dapat suasana dan pengalaman baru.....^_^

Saturday, December 16, 2006

Doa Seorang Kekasih 3...........


Doa ku 'tuk Kasih ku

Ya..Allah, seandainya telah Kau catatkan
Dia milikku, tercipta untuk diriku
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan

Ya.... Allah, ku mohon
Apa yang telah Kau takdirkan
Ku harap dia adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau tahu segala isi hatiku
Pelihara daku dari kemurkaanMu

Ya.... Allah, yang Maha Pemurah
Beri kekuatan jua harapan
Membina diri yang lesu tak bermaya
Semaikan setulus kasih di jiwa

Ku pasrah kepadaMu
Karuniakanlah aku
Pasangan yang beriman
Bisa menemani aku
Supaya ku dan dia
Dapat melayar bahtera
Ke muara cinta yang Engkau ridhai

Ya Allah, yang Maha Pengasih
Engkau saja pemeliharaku
Dengarkan rintihan hambaMu ini
Jangan Engkau biarkan ku sendiri

Agarku bisa bahagia
Walau tanpa bersamanya
Gantikanlah yang hilang
Tumbuhkan yang telah patah
Ku inginkan bahagia
Di dunia dan akhirat
PadaMu Ya Allah ku mohon segala

Doa Seorang Kekasih 2...........^_^


Biar harap & cinta ini kukembalikan pada - Mu

Rabb… sampaikan salam ku padanya…
pd seseorang yg kutambatkan hatiku padanya…
sekadar salam..
Pd seseorang yg tak sengaja kulabuhkan secercah harap…
andai harap itu jd nyata…
segala puji kupanjatkan pada - Mu atas kemurahan - Mu…
andai harap itu tak menyata...
maka keridhoan - Mu atas kesabaranku memendamnya adalah lebih baik bagi ku darii segalanya...

Maka wahai Rabb ku...
kumohon tanamkan keridhoan dalam hatiku atas ujian - Mu ini..
biar kuanggap semua ini menjadi masa lalu...
maka, akan kumatikan segala asa...
kubunuh segala rasa...
kukembalikan cinta ini pada - Mu,
biar kuharap balasan segala rindu yang meluka dengan ridho - Mu,
biar... biar berlalu bersama waktu...
biar... biar terbang bersama awan...
biar... biar mengalir bersama air...
maka biar!!! biar hilang bersama bayang...
biar... biar... biar ku kembalikan cinta ini pada - Mu...
ku pasrahkan segalanya...

Dan kini akan ku tatap kembali masa depan ku...
dan yang lalu biar berlalu...
yang kan terjadi biar terjadi...
akan kubangun kembali 'asa' walau tak lagi meng'angkasa'...
^_^ hingga senyumku kembali merekah...
hingga asa yang baru kan terbang meninggi membelah cakrawala...
Ya!!! mebelah cakrawala kembali....

karena aku sadar,
masih panjang jalan yang harus dilewati..
jalan kehidupan yang harus ditempuhi...
banyak hal yang harus diselesaikan..
banyak masalah yang harus kucari solusi...
biar rasa itu hanya sekadar jenak di salah satu pelabuhan dari sekian pelabuhan kehidupan...
sebagai bukti bahwa aku manusia..
bahwa aku punya cinta…
bahwa aku punya rasa…
bahwa aku punya asa…

Dan kini
akan kupersiapkan banyak bekal,
akan kuperbaiki perahukehidupanku...
agar ia dapat berlayar lebih tegar..
tempuhi samudra yang entah kapan kan berujung...
hanya kau yang tahu wahai Rabb ku...

maka kumohon pada - Mu wahai Rabb ku...
sabarkan aku dalam tempuhinya..
kuatkan aku dalam menjalaninya...
tunjuki aku tuk slalu berada dalam jalan - Mu..
hingga sampai aku pada apa yang ku tuju...
yaitu Ridho & Jannah - Mu......
Sehinggakan aku dapat bersua dengan – Mu.. ^_^

(amin...harap ku dgn sangat wahai Rabb ku...........ku panjatkan pada - Mu..............................)

Impian Kasih.......



Impian Kasih
Kasih…… dengarlah...hatiku berbicara….
Kasih …izinkan…diriku bertanya…..
Bisakah cinta bersemi ……….
Mengungkap restu Illahi……… Adakah bahagia yang di impi ….
Menjadi satu reality…

Kasih….Kusadari kekurangan ini……

Kasih… kuinsyafi kelemahan diri…..
Kuingin mempersunting dirimu
Menjadi permaisuri hatiku…
Sebagai istri yang berbakti…

Kebanggaan para suami….

Wanita hiasan dunia…
Seindah hiasan adalah wanita sholehah

Yang akan membahagiakan Syurga
Didalam rumah tangga……


Hanya dirimu yang ku ingin kan….
Dari Insan yang amatku sayang….

Damaikan lah…Resah hatiku….

Aku rindu kasih dan sayangmu…..

Terima lah…seadanya …

Engkaulah Hiasan terangi hidupku….


“Perasaan & suasana hatiku….. penuh harap… pada Nya agar kita dapat bersama…….selalu….dan selamanya….”

Doa Seorang Kekasih 1................^_^




Beri aku kesempatan…. Biar bersemi kembali….

Rabb…
Syukurku hatur kan pada – Mu
Atas kemurahan dan kasih sayang – Mu
Betapa tak ku sangkakan Kau sampaikan salamku padanya…
Betapa tak ku dugakan bahwa cintaku kan berbalas…


Rabb…
Bukan ku tak bahagia cinta ku berbalas
Bukan ku tak berbunga salam ku tersampaikan
Namun dia datang ketika cinta, rasa dan asa itu hampir ku kubur dalam2..
Ketika segala harap itu benar2 ku kembalikan…


Rabb…
Andai benar adanya dia untuk ku…
Beri aku kesempatan tuk sambut cinta nya ketika dia datang…
Beri aku kesempatan tuk nyatakan bahwa cintanya tak bertepuk sebelah tangan….
Beri aku kesempatan tuk dekap anugerah yang Kau berikan…


Rabb…
Maka jenak2 yang kupinta padanya tuk menungguku…
Kumohon sabarkan ia dalam tunggu…
Kan ku gali kembali segala cinta, rasa dan asa …
Kan ku semai agar bersemi kembali…
Agar hadirnya lebih indah krn terbingkai oleh bingkai suci…


Rabb…
Andai benar aku tulang rusuknya………….
Kumohon ……..dengan sangat………..
Beri aku kesempatan tuk sambut cintanya….
Biar cinta, rasa dan asa ini bersemi kembali….
Biar menjelma menjadi cinta suci….

Rabb….
Dalam penantiannya…… kumohon sabarkan ia……………