Saturday, December 23, 2006

Ujian Di Atas Sinaran Kebahagiaan (4)

Selasa, 21 Maret 2006

Kembali kubuka lembaran hari yang baru. Ternyata Allah masih memberikan kesempatanku untuk menghirup segarnya udara pagi. Aktivitas seperti biasa aku lakukan. Mulai dari kerja sampai pulang ke rumah. Sedangkan berita tentang musibah kecelakaan itu sudah tersebar keseluruh warga sekolah, rohis dan Forum Alumni Rohis. Dan sampai hari ini pun aku menyesal belum sempat menjaga mad'uku di RS Harapan Bunda. Karena tuntutan amanah kerja yang kuemban saat ini. Juga karena kondisi badan ku yang kurang sehat dan cepat lelah memaksaku untuk tidak bisa pergi ke RS. Dan hari ini pun berlalu...................

Rabu, 22 Maret 2006

Sudah 3 hari setelah kecelakaan itu, namun Durra belum juga sadar. Ia masih dirawat di RS. Harapan Bunda. Teman2 Rohis silih berganti menjaga Durra di RS. Begitu pun teman2 Forum Alumni Rohis. Ikhwan & akhwat pun terus memberikan semangat kepada Durra dan keluarganya agar Tabah dan sabar terhadap ujian ini.

Hari aku kerja masuk siang. Jadi aku pulang malam. Setelah bang Isma Sms, aku akan usahakan untuk menjaga Durra malam ini. Walaupun kondisi ku yang kurang sehat. Jam Menunjukan pukul 21.00. aku telp sahabat ku arif untuk menemaniku menjaga Durra malam ini di RS. Arif adalah teman seperjuanganku di Forum Alumni Rohis juga, walaupun kami dari Divisi yang berbeda. Dan kami sudah cukup lama bersahabat. Sampai kami mengetahui kelemahan dan kelebihan masing - masing. Dia juga salah satu sahabat yang paling ku percaya.

Karena aku baru keluar kantor jam 21.30. Kami janjian berkumpul di rumah ku pada jam 22.00. Lalu aku juga menghubungi Imam untuk ikut menjaga Durra di RS. Tepat pada jam 22.30 kami berkumpul di pasar minggu. Lalu kami pun menuju RS. Imam juga membawa teman Dpranya. Sekitar jam 23 kami tiba. Disana sudah berkumpul beberapa Alumni, Bang Ahmad, Isma. Juga beberapa teman Rohis, fery, bambang, supri dan lain2. Keluarganya Durra pun ada. Ibunya, kakaknya bang Dicky juga ayahnya. Tapi tak beberapa lama pun mereka pulang. Dan aku sempat melihat kondisi Durra melalui kaca jendela kamar ruang ICU. Disana kulihat tubuhnya lemah tak berdaya. Serta beberapa selang infus juga selang perafasan juga terpasang pada tubuhnya.

Malam pun semakin larut. Hujan juga turun membasahi. Manambah suasana untuk istirahat memejamkan mata. Teman2 Alumni dan Rohis pun sudah diserang kantuk yang sangat. Aku dan Arif istirahat di musholla Rs yang ukurannya lumayan besar dan nyaman. Jam menunjukan pukul 1.30. Sebelum tidur aku pun berdoa, berharap keesokan paginya Durra akan tersadar dari tidurnya............

No comments: