Saturday, December 23, 2006

Ujian Di Atas Sinaran Kebahagiaan (5)


Kamis, 23 Maret 2006

Alarm Hp ku berbunyi, jam menunjukan pukul 4.30 beberapa menit lagi waktu shubuh tiba. Aku bersiap - siap untuk shalat shubuh berjama'ah di musholla ini. Dalam shalat kali ini kembali terasa perasaan harap yang amat sangat kepada Rabb Yang Maha Kuasa. Kurasakan kedekatan dengannya. Dalam shalat ku mengadu tentang kegundahanku, harapanku, doaku, juga memohon yang terbaik bagi mad'u ku.

Setelah aku ke teras ruang ICU. Kubangunkan beberapa teman2 rohis.Sedangkan Bang ahmad & Bang Isma mencari sarapan pagi. Setelah itu kami pun sarapan pagi dengan susu dan sebuah roti. Karena hari ini aku masuk kerja. Aku dan arif langsung pamit setelah sarapan. Walau pun di luar masih hujan. Sampai rumah jam 6.45 lalu siap - siap untuk berangkat kerja.

Jam sudah menunjukkan pukul 16.00 sudah waktunya aku pulang. Aku berencana malam ini pun akan mabit di RS. Karena hari jum'at besok aku libur. Kembali kuajak arif, alhamdulillah dia bisa menemani ku lagi. Rencananya Rif'at juga akan mabit di RS malam ini. Alhamdulillah kalau RS ramai seperti semalam. Jadi bisa mengurangi rasa kesedihan kami dan keluarga Durra.

Jam 18.00 aku sampai dirumah. Setelah shalat magrib aku bersiap2 untuk berangkat ke RS. Sambil menunggu temanku arif. Sekitar jam 20 kami berangakat ke RS. Setibanya disana. Sudah ada Rif'at menunggu. Juga keluarga Durra. Teman2 rohis pun masih setia menunggu dan menjaga Durra. Saat ini kurasakan Ukhuwah yang indah. Benar saja apa yang Rasul Sabadakan : "Orang mu'min itu ibarat satu tubuh, bila ada salah satu bagian tubuh sakit, maka bagian tubuh yang lain pun akan merasakannya juga".

Kulihat Kondisi Durra masih belum menunjukan peningkatan. Walau pun begitu aku tetap optimis, karena aku tau Durra bukan tipe orang yang gampang menyerah, ia selalu bersemangat dan tidak mempunyai jiwa juang yang tinggi. Aku yakin ia akan berusaha untuk bangkit dari tidurnya................

No comments: